The Awesome Buddha Tooth Relic Temple Singapore!

Good morning from Jordi!

Singapura yang selama ini gue kenal adalah negara maju di Asia yang isinya all about modern life. Tapi suatu saat gue mendapat informasi kalau ada sebuah kuil, atau yang biasa dikenal dengan ‘vihara’ yang menyimpan sebuah relik gigi Buddha. Menurut yang gue tahu, relik Gigi Buddha atau yang dalam bahasa Inggrisnya The Sacred Relic of the tooth of Buddha dan bahasa Pali Danta Dhātuya saat ini cuma ada di sekitar 8 tempat di seluruh dunia, yaitu di Candy-Srilanka, Kaohsiung-Taiwan, Rosemead-California, China, Japan, India, dan pastinya ada di Singapura juga.

tooth-relic

Nah, kebetulan gue waktu itu, Desember 2015, ingin jalan-jalan ke Singapura, dan sebenernya untuk negara seperti Singapura yang kita kenal dengan gedung tinggi dan lifestyle yang modern, akan sangat menarik jika ada tempat yang memiliki nilai sejarah atau spiritual atau keindahan yang tinggi. Kebetulan gue googling dan baca ada temple Relik Gigi Buddha, dan karena itu jarang banget di dunia, kita sekeluarga mengunjungi vihara ini di hari pertama deh.

Processed with VSCOcam with j4 preset

Vihara ini lokasinya di Chinatown. Kalau ingin kesana caranya sangat mudah! Pertama kita bisa lihat google map, atau ambil map di information center di Chinatown, atau jalan sendiri. Kalau kamu dari MRT station Chinatown, dan pergi berjalan kaki, cukup telusuri jalan dan ikuti aroma dupa yang menyebar disana. Kalau wanginya makin terasa, itu tandanya temple ini sudah dekat. Atau kalau mau yang lebih pasti, cari jalan Sago street. Disana cukup jelas palang nama jalan-jalannya.

Dari jauh kita bisa lihat atap-atap vihara ini dengan jelas. Biasa lah, kalau di Chinatown bakalan banyak penjual oleh-oleh, barang, dan makanan.

Nah, untuk isi apa aja yang ada di dalemnya, yuk jalan-jalan bareng gue di foto-foto berikut!

Pertama-tama kita pastinya akan melihat satu bangunan berdiri megah dan full design chinese architecture zaman Dinasti Tang. Bendera 5 warna yang ada di gerbang masuk utama ini biasa disebut dalam bahasa Inggrisnya Prayer Flag atau Lung-ta dalam bahasa Tibet. Warna dari bendera ini memiliki arti masing-masing, yaitu lima elemen. Biru melambangkan angkasa, putih melambangkan udara, merah melambangkan api, kuning melambangkan bumi, dan hijau melambangkan air. Perpaduan kelima warna ini bermakna kesehatan dan kebahagiaan berasal dari keseimbangan lima elemen tadi.

Dari gerbang utama, kita akan masuk dan ada hiolo (tempat dupa) yang super duper besar disana.

Dan vihara dengan 4 tingkat ini benar-benar berdiri megah. Kamera gue pun ga sanggup memoto gedung secara utuh dari atas sampai bawah. Pasti kepotong!

Aula pertama dan paling besar ini adalah aula yang menampilkan Trinitas dari Buddha Maitreya. Rupang Buddha Maitreya dibuat sangat agung. Sebenarnya yang ditampilkan adalah Bodhisatva (calon Buddha) Maitreya, yang sedang duduk menunggu di singgasana surga Tusita untuk turun ke bumi dalam rangka membabarkan Dharma Murni ketika waktunya sudah tepat.

Ruangan ini sungguh kaya akan ornamen Chinese-Buddhist. Di dinding aula juga ada beratus-ratus rupang Buddha kecil dan besar dengan berbagai mudra.

Ksitigarbha Bodhisatva, atau Di Zang Wang Posha, yaitu Bodhisatva yang bertekad untuk membebaskan makhluk neraka sampai habis kemudian baru mencapai Pencerahan. Beliau juga dikenal sebagai pelindung anak-anak dan bayi yang meninggal muda.
Ksitigarbha Bodhisatva, atau Di Zang Wang Posha, yaitu Bodhisatva yang bertekad untuk membebaskan makhluk neraka sampai habis kemudian baru mencapai Pencerahan. Beliau juga dikenal sebagai pelindung anak-anak dan bayi yang meninggal muda.

Vihara ini juga salah satu vihara dengan biaya pembangunan termahal di dunia. Setiap detail dan sisi vihara ini dibuat seindah mungkin, menggambarkan indahnya ajaran Buddha.

Rupang Buddha Maitreya beserta dua Bodhisatva disebelahnya berukuran cukup besar. Detail warna dan corak pada rupang sangat indah. Mahkota yang ada di kepala Buddha Maitreya terbuat dari kayu yang dilapis emas.

Menuju ke ruangan selanjutnya, yaitu di belakang Aula Buddha Maitreya ini, adalah Aula Cintamanicakra Avalokitesvhara. Keistimewaan aula Avalokitesvhara adalah banyak digantung lampion emas.

Latar belakang Altar Avalokitesvhara adalah kaligrafi dari Maha Karuna Dharani.

Cintamanicakra Avalokitesvara adalah perwujudan dari sekian banyak perwujudan terhadap Avalokitesvara. Cintamanicakra Avalokitesvara memiliki 3 pasang tangan yang masing-masing memiliki objek dan makna yang berbeda. Namun intinya adalah untuk menyelamatkan semua makhluk.

Umat Buddha di Singapura cukup taat datang beribadah. Vihara ini tidak pernah sepi oleh umat yang ingin berdoa atau pengunjung yang ingin melihat-lihat. Vihara ini dibuka untuk umum, tetapi ada beberapa aturan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah mengenakan pakaian yang sopan (dibawah lutut dan menutupi lengan).

Dinding-dinding aula ini juga dicover dengan rupang Buddha, Bodhisatva, dan Mahasatva.

Avalokitesvara Seribu Tangan
Avalokitesvara Seribu Tangan
Manjushri Bodhisatva
Manjushri Bodhisatva

Samantabhadra Bodhisatva
Samantabhadra Bodhisatva
Samantabhadra Bodhisatva
Samantabhadra Bodhisatva
Buddha Amitabha, Cahaya Tanpa Batas
Buddha Amitabha, Cahaya Tanpa Batas
Vairocana Buddha, Buddha Utama dari Lima Dhyani Buddha
Vairocana Buddha, Buddha Utama dari Lima Dhyani Buddha
Akasagarbha Bodhisatva
Akasagarbha Bodhisatva

Di lantai dua ada museum benda-benda Buddhis, beberapanya adalah:

This slideshow requires JavaScript.

Lalu di rooftop ada Orchid garden yang dipusatnya ada Vairocana Prayer Wheel. Ternyata berat juga lho diputernya.

Thousands of Mini Buddha di dinding
Thousands of Mini Buddha di dinding

Vairocana Prayer Wheel
Vairocana Prayer Wheel

Dan bagian yang paling sakral dan utama dari Vihara ini adalah Sacred Buddha Tooth Relic Chamber. Di ruangan ini telah dikondisikan agar tidak ada kerusuhan suara, dll. Pertama kali kamu keluar dari elevator ke lantai 4, akan ada rak sepatu dan tempat untuk dana pelita. Di vihara ini secara khusus umat/pengunjung yang ingin masuk harus melepas alas kaki. Dan juga tidak diperbolehkan untuk berbicara keras, berlarian, dan tidak boleh mengambil foto.

Chamber ini sangat tenang dan damai. Suasana sakral dari musik Tisarana Gatha dan keheningan yang tercipta membuat atmosfer spiritual yang kental. Ditambah lagi chamber ini menyemayamkan Relik Gigi yang berada di dalam Stupa Emas setinggi 2 meter (kurang lebih).

Stupa emas dengan relik Gigi Buddha dipisahkan dengan kaca dengan chamber ini. Ruangan dimana berdiri stupa besar itu memiliki lantai yang terbuat dari emas juga. Yang bisa masuk ke ruangan Stupa Relik Gigi Buddha ini hanya para bhiksu yang melakukan puja pada waktu-waktu tertentu.

Vesak Day Festival and official opening of the Buddha Tooth Relic Temple And Museum in Chinatown, Singapore. The Sacred Buddha Tooth Relic Chamber is the stupa or main reliquary of the Buddha Tooth Relic.
Vesak Day Festival and official opening of the Buddha Tooth Relic Temple And Museum in Chinatown, Singapore. The Sacred Buddha Tooth Relic Chamber is the stupa or main reliquary of the Buddha Tooth Relic.

interior-of-buddha-tooth-relic-temple

Bukan hanya dilapisi emas, stupa ini juga dihiasi dengan banyak sekali butiran permata. Semua permata dan emas ini adalah wujud penghormatan Umat Buddha di Singapura terhadap Buddha.

Chamber ini digunakan oleh umat untuk meditasi dan melakukan puja.

Dari sekian ruangan di vihara ini, Chamber Relik Gigi Buddha inilah yang paling sakral. Juga, saat gue mengunjungi chamber ini, kita bisa melihat relik gigi yang berada di dalam stupa dari jauh (foto diatas adalah dokumen lama, sekarang sudah sedikit berbeda) (sumber gambar google).

Oiya gue juga dapet pengalaman aneh disana. Pas gue sekeluarga lagi di depan kaca ruangan Stupa Relik, mama sama cici gue ga bisa lihat giginya, padahal tadi udah lihat gambar gigi nya di slideshow di depan chambernya. Entah emang ga ada atau gimana, gue jelas-jelas ngelihat Relik Gigi itu ditaruh di dalam bilik Stupanya. Dan sekarang tepat di depan stupanya ada rupang emas Buddha yang duduk dengan sangat agung.

Udah sih sekian cerita pengalaman gue ke Buddha Tooth Relic Temple di Singapura. Menurut gue keren banget di negara seperti Singapura ada tempat kayak begini. Kalo lu ke Chinatown, super duper recommended buat ngunjungin tempat ini karena rare banget. Oke sekian deh, kayaknya gue cerita kepanjangan ya, wkwkwkwkwk.

Thanks udah baca travelogue ini! Jangan lupa di subscribe nih blognya, karena lumayan lah buat jadi bahan penghiburan disaat bosan :p

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s